Kecurangan Lomba LKS Web Desain di Purwokerto

gambar ini hanya sebagai gambaran situasi saja (bukan yang sebenarnya)

Halo sobat blogger, apa kabar ni?
Sudah lama sekali saya tidak update artikel, ya karena kesibukan yang sekarang ini sangat luar biasa. Ternyata dunia kerja itu sangat menyibukan dan akhirnya jarang banget bisa ngurusin blog.

Oke pada postingan kali ini saya akan curhat kepada sobat pembaca semua. Artikel ini saya buat sebagai wawasan dan unek-unek yang sudah lama sekali saya pendam dan akhirnya saya bocorkan disini.

Disini saya tidak akan membocorkan secara detail atau se sepesifik mungkin, seperti waktu, tempat kejadian, atau pihak yang melakukan kecurangan. Hanya garis besarnya saja. Tetapi apabila Anda (pembaca) paham mengenai situasi yang saya ceritakan di situasi berikut. Berarti Anda pernah mengalami atau tau betul mengenai tempat, waktu, dan pihak yang melakukan kecurangan tersebut.

Lomba Keterampilan Siswa atau biasa disingkat LKS merupakan lomba tingkat SMK sesuai dengan bidang study uang dilombakan. Misalkan LKS Web Desain, LKS TKJ, LKS Desain Grafis, dll.
LKS biasa diadakan di tingkat kabupaten dan provinsi setiap tahunya. Masing-masing SMK yang berkompeten boleh ikut dalam ajang ini. 

Namun pada kejadian yang saya alami yaitu LKS Web Desain beberapa tahun yang lalu. Ada salah satu pihak Sekolah yang kebetulan sebagai tuan rumah LKS yang melakukan kecurangan. Tidak bisa dipungkiri, menjadi juara memang menjadi dambaan bagi semua kalangan sekolah, selain bergengsi, menjuarai lomba LKS juga bisa menjadi daya tarik sendiri untuk sekolah tersebut, agar bisa menjadi sekolah yang terlihat favorit.

Tetapi bukan adu SKILL yang sesungguhnya, justru adu GENGSI. Tetapi tidak apa-apa, setidaknya saya tahu bagaimana sekolah-sekolah ini yang "katanya" favorite ternyata main curang untuk mendapatkan kemenangan.

Saya yakin, kejadian ini hanya sebagian kecil, bahkan sangat kecil sekali dibandingkan dengan kejadian-kejadian kecurangan-kecurangan yang ada pada lomba LKS atau lomba-lomba lainya di tingkat sekolah di Indonesia, untuk kepentingan sekolah itu sendiri (sekolah yang melakukan kecurangan).

Yaps... berikut ceritanya,
Pada waktu itu saya kebetulan terpilih untuk mengikuti LKS Web Desain yang kebetulan hanya ada 4 Peserta yang berani untuk maju di LKS Web Desain tingkat Kabupaten.

Pada saat akan dimulainya lomba, peserta diminta mengambil undian tempat duduk. Karena hanya ada 4 peserta. Apabila panitia yang menentukan, takut ada kecurangan atau pemihakan. Nah disini pihak tuan rumah sebetulnya sudah menyiapkan senjatanya. Dengan kata lain, bahwa mengundi tempat duduk sebagai peraturan LKS dibidang ini, tuan rumah sudah mensiasatinya dan mengatur untuk ini, Oke lanjut...

Memang kami mendapatkan tempat duduk secara acak, akan tetapi anehnya...
Setelah LKS berjalan sekitar 10 menit, Peserta tuan rumah tiba-tiba mengacungkan tangan dan bilang kepada pihak panitia "pak, dikomputer saya tidak ada aplikasi A!!" dan pihak penyelenggara tuan rumah memberikan aplikasi tersebut dengan HDD Eksternal. 

Oke, saya acuhkan saja karena mungkin pihak tuan rumah kurang teliti untuk menyediakan aplikasi apa saja yang diperlukan pada LKS.

Next,
setelah kurang lebih setengah jam, Peserta yang lainya yang kebetulan ada disebelah saya juga mengacungkan tangan dan "Maaf pak, kok gak ada aplikasi B ya?" disitu saya juga belum merasakan kecurigaan.

Dan, setelah satu jam, tiba-tiba datang pihak tuan rumah ke meja saya dan mengatakan "mas, dikomputernya njenengan gak ada aplikasi C, silahkan dicopy kemudian diinstal ya mas?" saya jawab "Oh.. oke baik pak". 

Kemudian pihak tuan rumah mendatangi peserta yang lain, dan berkata sama seperti perkataanya ke saya "Mas, di komputernya njenengan gak ada aplikasi D, silahkan dicopy kemudian diinstal ya mas?"

Hehe...
Apakah sobat sudah dapat gambaran dari kejadian ini?
Dan, saya baru ngeh ketika 1 hari setelah kegiatan LKS.

Pertanyaanya :
1. Apakah tuan rumah tidak tahu atau Lupa Aplikasi apa saja yang harus disiapkan untuk Lomba LKS?
2. Jika lupa, mengapa pihak tuan rumah tahu Aplikasi yang tidak ada di Komputer saya dan peserta yang tidak mengacungkan jarinya?

hmmm.... cerdas si, tetapi permainan ini konyol gaess... Oke kita jawab:
1. Tuan rumah harusnya bisa menyiapkan perlengkapan serta amunisinya dan menunjukan bahwa seolah-olah sekolah tuan rumah itu siap untuk menjadi pihak tuan rumah yang profesional, Dan, tentunya kegiatan LKS sudah dibuatkan proposal, aplikasi apa saja yang harus ada, apalagi ini tingkat kabupaten. So, Lupa atau sengaja ??
Apakah sebelum lomba komputer tidak di cek terlebih dahulu??

2. Mengapa bisa tahu ya? hehe... kok malah tanya lagi?
Sepertinya sobat sudah tahu jawabanya.

Oke,
Jelasnya, PIHAK TUAN RUMAH MELAKUKAN TRANSAKSI FILE KEPADA PESERTA TUAN RUMAH (ANAK DIDIKNYA) PADA SAAT MENCOPY/MENGINSTAL APLIKASI.

hmmm... bisa seperti itu ya?
tapi kenapa berjalan lancar? bagaimana denggan panitia yang "katanya" netral?

Pada waktu itu panitia dari mahasiswa yang sifatnya netral. Ya, tetapi kenapa tidak diawasi pada saat menginstal/mencopy dari HDD Eksternal milik tuan rumah? 

kalo menurut sudut pandang saya, si panitia ini memang sifatnya netral. Namun, pada saat si pihak penyelenggara/tuan rumah melakukan isntalasi/pencopyan, panitia hanya mengawasi lewat depan/tempat duduknya saja tidak beranjak dan melihat. Dan atau panitia merasa "awkward" / canggung kepada pihak tuan rumah, jadi pantia hanya memperhatikan dari kejauhan.

Namun, kalau menurut saya apabila si panitia melihat dari dekat, pasti juga tidak akan ketauan, bisa saja file diselundupkan ke folder aplikasi, di rar, kemudian di rename dengan istilah atau nama aplikasinya.

Hehehe....
saya sangat senang sekali bisa bercerita ini kepada sobat semua.
Jika Anda tahu pada tahun berapa dan dimana kiranya situasi ini berlangsung. Dimana hanya ada 4 orang peserta LKS Web Desain dan tuan Rumah menjadi JUARA 2 disitu. Jangan bilang-bilang ke siapa-siapa ya.. hehe... cukup menjadi rahasia sendiri.

Atau jika mau kasih tau juga gapapa, toh kejadianya sudah lama inih...

Oke, saya tidak mengejar Juara, cukup mewakili sekolah dengan sportif saja sudah senang.
Tetapi, apa salahnya jika bertanding dengan sportifitas? Lebih berkah pialanya kan? 

Tapi gapapa, biar bisa tahu kotornya sekolah-sekolah "favorit" yang sebenarnya,
mohon maaf bila ada yang merasa tersinggung.

salam,
restu